Sabtu, 19 Juli 2008

Pemeliharaan dan Penempatan Tanaman Aglaonema dalam Ruangan


1. Faktor Cahaya

Aglaonema merupakan tanaman yang menyukai tempat teduh. Dia akan tetap hidup baik meskipun diletakkan di pojok ruangan yang suram.

Pada bulan maret menjelang bulan oktober sebaiknya aglaonema diletakkan di dalam ruangan yang mempunyai jendela di sebelah selatan, karena pada bulan-bulan tersebut ruangan yang berjendela di sebelah selatan mendapat sedikit cahaya, sehingga aglaonema yang suka tempat teduh ini cocok dengan ruangan ini. Sebaliknya pada bulan oktober sampai maret, ruangan yang mempunyai jendela di bagian utara hanya mendapat sedikit cahaya. Dalam bulan-bulan tersebut aglaonema cocok ditempatkan di tempat tersebut.

2. Faktor Temperatur

Aglaonema termasuk jenis tanamn yang suka panas. Temeperatur siang yang diperlukan adalah 24oC-29oC,sedangkan temperatur malam yang diinginkan adalah 18oC-21oC. tetapi aglaonema, seperti halnya tanaman ruangan pada umumnya, sangat mudah menyesuaikan diri pada temperatur yang ada, asalkan temperatur tersebut tidak terlalu cepat berubah-ubah. Cuaca dingin yaitu yang bertemperatur sekitar 12oC-15oC juga dapat membantu tanaman yang baru dipindahkan atau dipotkan untuk menyesuaikan diri.

Tanaman yang baru dipindah, akarnya akan mengalami “shock” sehingga tidak mampu menyerap air seperti biasanya, padahal penguapan dari daun berjalan terus. Temperatur dingin akan memperlambat aktivitas tanaman, termasuk penguapan, sehingga air dalam tubuh tanaman tetap terjaga dan tanaman tidak mudah layu.

3. Faktor Kelembapan

Tanaman hias dalam ruangan, khususnya aglaonema, menukai suasana lembap. Kelembapan relatif yang diinginkan sekitar 50 persen.untuk menjaga kelembapan relatif di sekelilingnya, dapat dilakukan beberapa cara yaitu:

a. Penyemprotan tanaman secara berulang-ulang

Air yang disemprotkan ke daun akan diserap oleh stomata/mulut daun, sehingga air dalam tubuh tanaman akan tetap terjaga. Sebagian air yang disemprotkan ke daun membentuk kabut-kabut uap air di skitar daun sehingga dapat meningkatkan kelembapan relatif di sekitar tanaman.

b. Pemakaian cawan/mangkok tanah liat

Cawan diisi pecahan genting atau batu kerikil satu lapis, kemudian diisi air sampai permukaannnya lebih tinggi dari lapisan pecahan genting. Di tengah pot diletakkan potongan kayu atau batu bata yang lebih tinggi dari permukaan air di cawan dan cukup kuat untuk meletakkan pot berisi tanaman. Air di cawan akan selalu menguap, terutama jika temperatur ruangan tinggi. Uap-uap tersebut akan menjaga kelembapan di sekitar tanaman. Jika air habis, tambahkan lagi sehingga permukaannya selalu di atas lapisan genting. Tetapi air tidak boleh melewati batu/penyangga pot, sebab jika air melewati penyangga maka pot akan terendam. Akibatnya air akan merembes ke dalam pot dan membasahi tanah terus-menerus, sehingga rongga-rongga udara dalam tanah terisi air terus dan akan membusukan akar serta menyebabkan tanaman mati.

c. Pengelompokan tanaman bersama-sama

Penguapan dari masing-masing tanaman yang dikelompokan bersama akan menimbulkan kebasahan dan atau kelembapan udara di sekitar tanaman dalam jumlah besar dibandingkan jika tanaman berdiri sendiri-sendiri. Tanaman yang dikelompokkan bersama-sama akan membentuk micro climate.

d. Meletakan tanaman di kamar mandi

Tanaman yang layu karena udara panas atau tanaman yang baru saja dipindah sangat baik bila diletakkan di dalam kamar mandi. Sebab ruangan tersebut berisi uap air yang yang cukup banyak dari bak mandi.

e. Kerudung plastik

Jika cuaca terlalu panas sedangkan air tidak mencukupi, tanaman dapat ditutup dengan kerudung plastik yang di kanan kirinya disangga oleh dua tongkat bambu kecil yang ditancapkan di tanah dalam pot, sehingga plastik tidak menyentuh atau merusak tanaman. Pentupan dengan kerudung plastik ini dapat juga dikerjakan untuk tanaman yang akan ditinggalkan selama beberapa hari tanpa penyiraman.

4. Faktor Udara

Tanaman di dalam ruangan yang bertutup tanpa jendela, dimana udara segar jarang masuk, perlu dikeluarkan seminggu sekali sehari semalam agar mendapat udara segar. Udara segar sangat penting bagi kehidupan tanaman hias ruangan. Untuk pernapasan, tanaman mengambil oksigen dari udara segar tersebut.

Selain memberikan oksigen, udara juga membantu meniup uap air hasil penguapan daun yang berlimpah, sehingga penguapan tidak terlalu lambat. Tetapi udara yang berupa angin kencang pada musim panas akan cepat mengeringkan uap air di sekitar daun, sehingga penguapan jadi terlalu cepat dan tanaman akan cepat kehilangan banyak air, lalu mengering.

Fungsi lain pertukaran udara adalah untuk menurunkan temperatur pada musim panas, menurunkan kelembapan yang tinggi (kelembapan tinggi akan menimbulkan penyakit Botrytis), memperkuat batang, dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit serta menghilangkan udara yang mengandung racun. Racun terkandung udara dapat berasal dari beberapa sumber yang biasa ditemui di dalam ruangan, misalnya dari cat yang masih basah.

5. Penyiraman

Aglaonema termasuk jenis tanaman yang suka keadaan semi basah. Oleh karana itu, aglaonema perlu diberi air secukupnya, karena air memang sangat diperlukan dalam kehidupan tanaman.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian air yaitu:

a. Macam-macam air siraman

Semua jenis air sebenarnya dapat digunakan untuk menyiram tanaman. Tetapi yang terbaik adalah air sumur. Air sumur mengandung mineral atau unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu untuk menyiram dapat pula digunakan air hujan dan air ledeng. Sebaiknya air tersebut ditampung di dalam bak-bak dan didiamkan selama 12-24 jam terlebih dahulu, baru kemudian digunakan untuk menyiram. Air sungai kurang baik untuk penyiraman karena dikhawatirkan mengandung penyakit. yang dapat mematikan tanaman tersebut.

b. Banyaknya air siraman

Dalam menyiram, yang terpenting adalah penyiraman sempurna. Artinya perakaran seluruhnya basah, kemudian sisa air terbuang lewat lubang drainase. Suatu penyiraman sempurna selalu diikuti oleh periode dimana tanah akhirnya mengering sehingga rongga-rongganya dapat dilewati udara untuk pernapasan akar.

Untuk memperoleh lingkungan yang lembap, aglaonema sebaiknya disram dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.

c. Cara menyiram

Ada dua cara menyiram tanaman, yaitu dari atas dan dari bawah tanaman. Menyiram dari ats tanaman adalah cara biasa, cepat, dan mudah dilakukan. Kelebihan air biasanya akan keluar melalui lubang drainase yang ada di dasar pot.

Cara kedua, yaitu menyiram tanaman dari dasar. Biasanya dilakukan di daerah-daerah yang sulit air. Penyiraman ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan cara pertama, yaitu lebih ekonomis karena air tidak terbuang. Caranya adalah dengan mencelupkan pot ke dalam ember yang berisi air sehingga air akan meresap melalui pori-pori atau lubang drainase pot. Tanah akan basah sempurna bila air tampak membasahi permukaan pot.

d. Masalah-masalah yang sering ditemui dalam penyiraman

Dalam penyiraman sering ditemui masalah penyerapan air, yaitu air tidak dapat terserap merata di selurh media tanam.

Ada dua sebab yang mengakibatkan air siraman tidak dapat terserap. Pertama, air siraman hanya melalui sela-sela antara dinding pot dengan media tanam. Hal ini disebabkan oleh penyusutan media tanam sehingga terdapat rongga antara media tanam dengan tepi pot. Keadaan ini dapat ditanggulangi dengan jalan membenamkan pot di dalam sebuah wadah yang berisi air setinggi permukaan media.

Penyebab kedua, tanah pada lapisan atas media saling melekat (tidak terdapat pori-pori tanah), sehingga air tidak dapat menembus masuk ke dalam media dan menggenang di permukaan. Keadaan ini dapat ditanggulangi dengan cara menusuk-nusuk permukaan media dengan garpu atau sekop kecil, kemudian pot tersebut dibenamkan ke dalam sebuah wadah yang berisi air setinggi permukaan media.

6. Pemupukan

Aglaonema merupakan tanaman yang dinikmati keindahan daunnya bukan bunganya. Maka pupuk yang diperlukan adalah pupuk yang mendorong kesuburun daunnya. Dalam hal ini adalah pupuk dengan kandungan unsur tinggi, misalnya urea atau NPK yang kandungan unsur N-nya tinggi

    1. Cara memupuk

Pemupukan aglaonema dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui akar dan melalui daun. Apabila melalui akar, pupuk dapat ditaburkan atau dibenamkan kemudian ditutup dengan tanah kemudian disiram. Pada waktu membenamkan pupuk, tanah harus dalam keadaan basah agar tanaman tidak menjadi hangus.

Pabila pupuk yang digunakan adalah Bug Dart plus TM, maka pemupukan dapat dilakukan dengan menyelipkan pupuk secara vertikal di kiri dan kanan batang tanaman. Pertama-tama dibuat lubang terlebih dahulu dengan menugalkan kayu sedalam 8 cm. Jumlah lubang tergantung dari diameter pot. Jika pot yang digunakan bergaris tengah 10 cm, cukup digunakan 2 buah, sedangkan bila pot bergaris tengah 15 cm digunakan 3 buah dan apabila pot bergaris tengah 20 cm diperlukan 4 buah lubang. Pupuk dimasukkan ke dalam lubang dan masing-masing lubang berisi satu buah pupuk. Kemudian lubang tersebut ditutup kemudian disiram.

Penggunaan pupuk guano, yang cukup baik bagi tanaman hias dapat dilakukan dengan jalan menaburkan 2-3 sendok per tanaman lalu kemudian disiram.

Cara pemupukan melalui daun adalah dengan jalan mnyemprotkan larutan pupuk ke daun-daun tanaman. Terlebih dahulu pupuk daun dilarutkan ke dalam air dengan dosis yang dianjurkan dengan petunjuk pada masing-masing kemasan pupuk. Untuk lebih meratakan larutan pupuk pada permukaan daun, dapat ditambahkan zat perata pada larutan pupuk, misalnya Accutrol 1070, Agral 900, Agristick dan Citowett.

Penyemprotan dapat dilakukan pada pagi hari atau sore hari tetapi bila tanaman aglaonema diletakkan dalam ruangan atau di tempat teduh lainnya, penyemprotan dapat dilakukan pada siang hari. Jangan melakukan penyemprotan pada malam hari karena stomata (mulut daun) dalam keadaan menyempit, sehingga pupuk tidak dapat diserap seluruhnya.

    1. Waktu pemupukan

Pemupukan aglaonema dilakukan secara berkala setiap satu bulan sekali. Dosis pemupukan dengan pupuk buatan pada umumnya 0,5 dari yang disarankan pada kemasan atau jika menggunakan urea ialah 0,5 sendok makan dan dilarutkan dalam 10 liter air.

7. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Aglaonema merupakan tanaman yang bisa dibilang jarang diserang penyakit yang disebabkan oleh cendawan atau virus. Demikian pula hama yang mengganggu tanaman ini pun tidak banyak. Kalaupun ada, itu disebabkan oleh penempatannya yang ceroboh, sehingga keong, ulat, dan semut dapat mencapainya. Jika agalonema diletakkan di bawah kerimbunan tanaman lain yang menyebabkan kelembapan udara meningkat, dan tanah dimana tempat aglaonema ditanam dalam keadaan becek, maka pada umumnya tanaman akan didatangi oleh binatang-binatang kecil yang dapat melubangi daunnya. Selain itu keadaan tersebut merupakan media yang paling aman bagi kupu-kupu untuk menetaskan telur.

Hama yang dapat mengganggu aglaonema antara lain Mealy bugs dan Root mealy bug. Sedangkan penyakit yang menyerang adalah Botrytis dan Leaf spot serta beberapa penyakit fisiologis.

Hama yang mengganggu dan cara mengatasinya

a. Mealy bugs

Ciri-ciri bahwa tanaman ini diserang hama ini adalah terdapat bintik-bintik putih halus di batang dan kumpulan daun. Hama ini mengisap cairan daun dan meninggalkan tanda tusukan-tusukan. Jika serangan ringan maka cara mengatasinya adalah cukup dengan mencucinya. Tetapi bila serangannya berat, maka cara mengatasinya yaitu dengan jalan menyemprotkan malathion 1-3 cc/liter air. Penyemprotan dilakukan 3 kali sehari sampai gejala serangan hilang.

b. Root mealy bug

Ciri-ciri tanaman yang diserang hama ini adalah timbulnya bintik-bintik halus putih pada akar tanaman. Root mealy bug hanyalah hama kecil yang dapat ditemukan dengan cara memindahkan tanaman dari potnya. Cara untuk mengatasi hama ini adalah dengan mempergunakan insektisida atau endosulfan ke dalam tanah.

Penyakit yang mengganggu dan cara mengatasinya

a. Penyakit pathologis

- Botrytis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang dapat merusak tangkai dan daun. Apabila terserang Botrytis, tangkai dan daun akan berubah menjadi coklat kelabu dan akhirnya membusuk. Cara mengatasinya dengan membuang daun yang terserang dan menyemprot tanaman yang dengan dichloran. Sedangkan untuk mencegah atau menjauhkan diri dari serangan penyakit ini adalah dengan mengusahakan ventilasi udara dengan cukup baik dan menghindarkan suasanan pengp di dalam ruangan.

- Leaf spot

Penyakit ini juga disebabkan oleh jamur. Cara mengatasinya yaitu dengan menyemprotkan fungisida.

b. Penyakit fisiologis

- Tanaman layu

Penyebab penyakit itu antara lain adalah sinar matahari yang terik. Hal ini dapat diatasi dengan jalan memindahkan aglaonema ke tempat yang lebih terlindung dan teduh.

- Daun muda mengkerdil

Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan zat hara yang dibutuhkan. Cara mengatasinya yaitu dengan pemupukan, terutama pupuk yang menunjang pertumbuhan vegetatif, yaitu yang banyak mengandung nitrogen.

- Daun memucat

Ada dua kemungkinan penyebab penyakit ini. Pertama kekurangan cahaya dan kedua kekurangan zat hara. Penyakit ini dapat diatasi dengan cara memindahkan aglaonema ke tempat yang lebih terangdan menambah unsur hara dengan pemupukan

- Daun menguning

Aglaonema dapat terserang penyakit ini bila lingkungan tempat tumbuhnya terlalu basah dan dingin. Hal ini dapat diatasi dengan jalan memindahkan tanaman ke tempat yang lebih kering dan hangat serta berangin. Untuk mulai menyiram kembali, tunggu sampai tanahnya kering terlebih dahulu.

- Daun mengering dan pecah

Penyakit ini disebabkan oleh kepanasan dan kekeringan. Cara mengatasinya ialah dengan jalan menyemprot daun dan menyiram secara teratur di tempat yang berangin.

- Daun berbercak coklat

Penyebab penyakit ini adalah keracunan gas atau uap lainnya. Cara mengatasinya cukup mudah, yaitu dengan memindahkan tanaman ke tempat yang bebas polusi.


0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com